Mozzarella: simpan di-Freezer atau di-Chiller?
Mozzarella: simpan di-Freezer atau di-Chiller?

Mozzarella: simpan di-Freezer atau di-Chiller?

Banyak yang salah kaprah menaruh Mozzarella di dalam Chiller. Berdasarkan pengalaman kami di CV. Ganesha Sora, Mozzarella yang disimpan di Chiller (kulkas bawah / tidak beku) akan mengalami degradasi tekstur dan menjadi asam. Okelah, mungkin untuk rasa asam, tidak terlalu bermasalah. Toh ada juga yang suka dengan Mozzarella asam. “Makin asam, makin legit”, begitu katanya. Tapi untuk perkara kualitas tekstur, pasti akan terpengaruh.

Mengapa demikian?

Mozzarella yang asli Mozzarella, dibuat dari susu segar dan dipasteurisasi pada suhu 60 – 70 derajat Celcius. Pada suhu ini, bakteri baik atau yang sering disebut bakteri probiotik masih bertahan hidup. Pada suhu beku (di bawah 0 derajat Celcius), bakteri baik akan tidur dengan nyenyak. Tapi pada suhu Chiller, atau sekitar 5 – 10 derajat celcius, bakteri baik tetap akan bekerja walau malas-malasan. Mereka akan memakan jaringan kasein pada Mozzarella. Padahal, jaringan kasein inilah yang membuat Mozzarella bisa mulur / stretchy.

Bagaimana dengan Mozzarella analog yang tidak dibuat dari susu segar? Wallahu’alam.

Jadi, kalau ada yang menyimpan Mozzarella di Chiller, itu kurang baik. Sarankan pada orang tersebut untuk memindahkan Mozzarella dari Chiller ke Freezer. Agar lebih awet.

TAG:

Pada suhu berapa sebaiknya Mozzarella disimpan?

Mozzarella dibekukan atau tidak?
Bolehkah Mozzarella dibekukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *