Makan Keju: Apakah Sehat atau Tidak?

7/17/20262 min baca

yellow rice on brown wooden table
yellow rice on brown wooden table

Keju: Antara Risiko dan Manfaat bagi Kesehatan

Keju sering dipandang sebagai makanan dengan dua sisi. Di satu sisi, keju mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang selama ini dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolik. Di sisi lain, keju juga kaya akan nutrisi penting seperti protein, kalsium, fosfor, dan berbagai vitamin, sehingga banyak pedoman gizi di berbagai negara tetap merekomendasikan konsumsi produk susu — termasuk keju — setidaknya satu porsi per hari.

Keju dan Kesehatan Jantung
Penelitian mengenai hubungan keju dengan penyakit kardiovaskular menunjukkan hasil yang beragam. Meski kandungan lemak jenuhnya berpotensi meningkatkan kolesterol, sejumlah studi justru menemukan bahwa konsumsi keju dapat memperbaiki profil lipid darah, menurunkan tekanan darah, dan bahkan menurunkan kolesterol LDL dibandingkan konsumsi mentega dengan kandungan lemak yang setara. Efek positif ini diduga berasal dari kandungan kalsium yang tinggi serta karakteristik unik "matriks" keju itu sendiri, bukan sekadar dari kandungan lemaknya.

Manfaat untuk Gigi
Keju juga dikenal memiliki sifat kariostatik, yaitu kemampuan membantu mencegah kerusakan gigi. Mengonsumsi keju di akhir makan dapat merangsang aliran air liur yang bersifat basa, sehingga menetralkan asam di plak gigi. Kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi pada keju turut berperan dalam menghambat proses demineralisasi email gigi.

Tekanan Darah dan Kesehatan Tulang
Kalsium dalam keju juga berkaitan dengan pengaturan tekanan darah — orang dengan asupan kalsium rendah, termasuk dari keju, cenderung memiliki risiko hipertensi lebih tinggi. Untuk kesehatan tulang, kalsium dari keju bahkan disebut lebih mudah diserap tubuh dibandingkan kalsium dari susu biasa, sehingga berkontribusi pada kepadatan tulang yang lebih baik dan membantu mencegah osteoporosis, meski asupan protein berlebihan juga perlu diperhatikan agar tidak meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine.

Dukungan terhadap Sistem Imun
Whey (air dadih) yang terkandung dalam keju mengandung berbagai komponen bioaktif seperti imunoglobulin, laktoferin, dan asam amino tertentu yang dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Kandungan vitamin A dan zinc dalam keju juga berperan penting dalam pembentukan respons antibodi serta aktivitas sel-sel imun.

Catatan tentang Risiko Kanker Prostat
Beberapa penelitian epidemiologis menemukan adanya kaitan antara konsumsi tinggi produk susu (termasuk keju) dengan peningkatan risiko kanker prostat, yang diduga terkait dengan kandungan kalsium dan lemak jenuhnya. Namun, temuan ini belum sepenuhnya konsisten di semua studi, sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Kesimpulan
Secara keseluruhan, keju merupakan bagian penting dari pola makan manusia sejak lama, dengan kandungan protein, peptida bioaktif, asam amino, lemak, vitamin, dan mineral yang bermanfaat. Meski terdapat kekhawatiran terkait kadar lemak jenuh dan potensi kaitannya dengan kanker prostat, bukti ilmiah secara umum menunjukkan bahwa konsumsi keju dalam jumlah wajar dapat mendukung kesehatan jantung, gigi, tulang, dan sistem imun — menjadikannya makanan yang layak dipertimbangkan sebagai bagian dari diet seimbang.

Dirangkum dari: Kaushik, R., Pawar, N.R., Arora, S., & Padghan, P.V. (2019). "Cheese Nutrition and Health Benefits." National Seminar 2019, CDT, Udgir.

Produk

Keju mozzarella, Parmesan, Yoghurt, Butter,
Mozza Fingers, Smoked-Chicken Mozza Bites, Mac 'n Cheese, dan berbagai olahan lainnya.

Edukasi

Tour

keju.lembang@gmail.com

085624113400

© 2024. All rights reserved.