Mozzarella itu Halal atau tidak?

7/21/20261 min baca

Mozzarella adalah keju tanpa pemeraman yang dapat dibuat dari susu sapi, susu kerbau, ataupun susu kambing. Menurut hasil studi yang dilakukan oleh Atma et. al (2018) yang diterbitkan di dalam Jurnal Teknologi Universitas Muhammadiyah Jakarta, titik kritis dalam proses pembuatan keju terdapat pada tahap koagulasi atau tahap penggumpalan keju.

Keju Mozzarella diproduksi melalui beberapa tahap, yaitu persiapan susu, fermentasi susu, penggumpalan (koagulasi), pemisahan padatan susu, penanganan curd (= padatan susu), serta pemasakan pada suhu 63-70 °C dan stretching (padatan susu ditarik-tarik sampai menjadi Mozzarella).

Tahap koagulasi merupakan titik kritis kehalalan utama yang melibatkan dua metode:

  • Metode Enzimatis (Rennet): Penggunaan enzim rennin atau rennet berisiko dari segi kehalalan jika berasal dari hewan non-halal atau hewan halal yang disembelih tidak sesuai syariat Islam.

  • Metode Mikrobiologi: Menggunakan Bakteri Asam Laktat (BAL). Titik kritisnya terletak pada media pertumbuhannya yang mungkin mengandung ekstrak khamir (yeast extract), di mana ekstrak ini berpotensi berasal dari produk sampingan industri bir.

Sumber: Atma, Y., Taufik, M., & Seftiono, H. (2018). IDENTIFIKASI RESIKO TITIK KRITIS KEHALALAN PRODUK PANGAN: STUDI PRODUK BIOTEKNOLOGI. Jurnal Teknologi, 10(1), 59–66. https://doi.org/10.24853/jurtek.10.1.59-66

===

Mozzarella CV. Ganesha Sora menggunakan enzim Mikrobiologi yang berasal dari jamur Aspergillus niger var. awamori yang sudah tersertifikasi halal.

Proses pembuatan Mozzarella di CV. Ganesha Sora pun sudah tersertifikasi halal sehingga terjamin aman dan nyaman untuk dikonsumsi oleh konsumen Muslim.

Produk

Keju mozzarella, Parmesan, Yoghurt, Butter,
Mozza Fingers, Smoked-Chicken Mozza Bites, Mac 'n Cheese, dan berbagai olahan lainnya.

Edukasi

Tour

keju.lembang@gmail.com

085624113400

© 2024. All rights reserved.