Penyebab Keju Berjamur setelah Dibuka (Walau Sudah Dimasukkan di Kulkas)

7/24/20262 min baca

Bingung karena keju tetap jamuran walau sudah disimpan di kulkas? Ini penyebabnya.

Sesaat setelah keju dibuka, kontaminasi jamur akan langsung terjadi, yakni jamur-jamur yang bersumber dari:

  • Udara di Dalam Rumah: Udara ruangan di rumah konsumen merupakan salah satu sumber utama spora jamur spora melayang (airborne fungi) yang dapat hinggap dan tumbuh pada permukaan keju setelah kemasan dibukanya.

  • Kulit Keju (Cheese Rind): Pada keju olahan atau keju potong (sliced cheese), spora jamur sering kali sudah ada di bagian kulit keju (rind) dan dapat berpindah ke permukaan irisan keju, lalu tumbuh selama penyimpanan di rumah.

  • Kontaminasi Silang (Cross-Contamination): Penyimpanan keju di dekat makanan lain yang mudah berjamur (seperti buah-buahan, sayuran, atau keju jenis lain) di dalam lemari es dapat menjadi media pemindahan jamur.

  • Kebersihan Kulkas: Studi menunjukkan bahwa permukaan lemari es/kulkas dapat menjadi sarang mikroorganisme; sekitar 15% permukaan kulkas mengandung populasi jamur yang cukup tinggi.

Agar keju tidak berjamur, ada beberapa yang bisa Anda lakukan:

  • Simpan keju pada suhu 0 - 4°C. Yang menjadi masalah, banyak kulkas di Indonesia yang hanya mampu mendinginkan hingga 10°C.


    Fakta menarik: Sebagian besar jamur penyabab kebusukan keju tergolong psikrotoleran/psikrotrofik (mampu tumbuh pada suhu dingin/kulkas). Meskipun pendinginan tidak membunuh jamur, suhu dingin sangat efektif untuk memperlambat waktu pembentukan koloni/miselium jamur yang tampak pada permukaan keju

    .

  • Jaga Kebersihan Lemari Es: Bersihkan permukaan kulkas secara berkala untuk meminimalkan paparan kontaminasi spora jamur. Hindari menggunakan lap yang sudah digunakan berkali-kali.

  • Pengemasan & Pengontrolan Oksigen (Kemasan Kedap Air & Udara)

    • Kebanyakan mold (jamur benang/kapang) adalah organisme aerob obligat (membutuhkan oksigen untuk tumbuh).

    • Untuk menekan pertumbuhan jamur, keju harus dibungkus dengan rapi tanpa menyisakan ruang udara yang banyak.

Fakta menarik:

  1. Ketahanan Terhadap Pengawet: Beberapa jenis jamur pembusuk (seperti Penicillium glabrum atau Penicillium chrysogenum) tidak hanya bisa tumbuh di kulkas, tetapi juga mampu memetabolisme garam sorbat (pengawet asam lemah) dan merubahnya menjadi senyawa volatil yang menghasilkan bau menyengat seperti plastik/minyak tanah (kerosene off-flavor).

  2. Sensitivitas Terhadap $CO_2$ dan $O_2$: Menurunkan tingkat oksigen hingga di bawah 1% dapat menghambat sebagian jamur, tetapi untuk beberapa spesies seperti Penicillium spp., pertumbuhan baru benar-benar terhenti secara total jika kadar oksigen $0\%$.

Sumber: Garnier, L., Valence, F., & Mounier, J. (2017). Identification and control of mold spoilage in cheese. Microorganisms, 5(3), 42. https://doi.org/10.3390/microorganisms5030042

Produk

Keju mozzarella, Parmesan, Yoghurt, Butter,
Mozza Fingers, Smoked-Chicken Mozza Bites, Mac 'n Cheese, dan berbagai olahan lainnya.

Edukasi

Tour

keju.lembang@gmail.com

085624113400

© 2024. All rights reserved.