DAPATKAN PENAWARAN TERBAIK SETIAP BELANJA DI WEBSITE
Selama ini Anda makan Keju Imitasi atau Keju Asli?
7/16/20261 min baca


Tahukah Anda bahwa di sekitar Anda terdapat banyak keju imitasi atau keju palsu?
Menurut Patrick F. Fox et al. (2017), keju imitasi dibagi menjadi dua kategori utama [1]:
keju isian (filled cheese).
keju analog (analogue cheese), dan
Keju analog dibagi lagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
100% terbuat dari susu, namun bukan dari susu segar.
Sebagian terbuat dari susu.
100% tidak menggunakan susu.
Keju isian adalah keju yang dibuat dari susu skim segar dan minyak pengganti, yang diproses secara 'biasa', yakni melalui proses koagulasi, pemisahan cairan whey dan pemeraman atau fermentasi pada suhu 13 - 16 °C.
Susu skim segar adalah susu segar yang sudah dipisahkan lemaknya (untuk dibuat Butter atau Mentega).
Sedangkan Keju Analog adalah keju imitasi atau keju palsu yang dibuat tanpa pemeraman. Bahasa sederhananya: dicampur-campur, langsung jadi.
Misal: Keju Cheddar palsu. Untuk membuatnya, keju cheddar asli dipanaskan hingga meleleh, dicampur dengan tepung, pengemulsi, garam, dan pengawet, kemudian dicetak dan didinginkan.
Cara Membedakan Keju Asli dan Imitasi
Cara paling mudah untuk mengetahui apakah keju yang Anda beli merupakan keju palsu adalah dengan melihat daftar komposisi. Jika dalam daftar tersebut dicantumkan bahan-bahan seperti "pati" atau "tepung", maka kemungkinan besar keju tersebut adalah keju imitasi. Selain itu, perhatikan juga aroma dan rasa keju yang Anda konsumsi. Keju asli biasanya memiliki rasa yang lebih kaya dibandingkan dengan keju imitasi.
Pemahaman mengenai keju imitasi menjadi semakin penting, terutama bagi mereka yang menginginkan kualitas terbaik dalam konsumsi makanan. Dengan mengetahui cara membedakan keju asli dan imitasi, Anda tidak hanya melindungi kesehatan tetapi juga dapat menikmati keju dengan rasa yang lebih otentik.
Dalam dunia kuliner, keju adalah bahan baku yang dapat meningkatkan cita rasa suatu hidangan. Oleh karena itu, kesadaran akan keju imitasi perlu dibangun agar kita tidak tertipu dengan produk-produk yang dianggap mengandung keju berkualitas tinggi.
Melalui pemahaman yang mendalam mengenai jenis-jenis keju imitasi dan cara membedakannya, kita dapat lebih bijak dalam memilih produk-produk dairy yang berkualitas.
Referensi ilmiah:
[1] Fox, P. F., Guinee, T. P., Cogan, T. M., & McSweeney, P. L. H. (2017). Processed cheese and substitute/imitation cheese products. In Fundamentals of Cheese Science (pp. 589–627). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4899-7681-9_17
